Suatu hari Rasulullah صلى الله عليه وسلم duduk bermajelis bersama sahabatnya, tiba-tiba datang seorang yang nampak
asing menghampiri majelis beliau, rambutnya sangat
hitam, bajunya sangat putih, bersih dan rapih, tidak
seperti seorang musafir yang telah melakukan perjalanan panjang. Kemudian orang ini mendekati Rasulullah صلى الله عليه وسلم ,
semakin dekat, sampai-sampai dia menempelkan kedua lututnya kepada lutut Nabi, kemudian meletakkan dua telapak tangannya ke atas dua paha Nabi, kemudian terjadilah tanya Jawab antara
mereka berdua:
َ“Wahai Muhammad, beritahukan kepadaku
tentang Islam”. Nabi صلى الله عليه وسلم menjawab: “Islam adalah kamu bersaksi tidak ada yang berhak diibadahi
dengan benar melainkan hanya Allah, dan sesungguhnya Muhammad adalah utusan Allah; menegakkan shalat; menunaikan zakat; berpuasa
di bulan Ramadhan, dan kamu menunaikan haji ke Baitullah, jika kamu mampu melakukannya”, lelaki itu berkata,”Kamu benar, ”maka kami heran, ia yang bertanya ia pula yang membenarkannya. Kemudian ia bertanya lagi: “Beritahukan
kepadaku tentang Iman”. Nabi menjawab: “Iman adalah, kamu berIman kepada Allah; malaikatNya; kitab-kitabNya; para Rasul-Nya; hari Akhir, dan berIman kepada takdir Allah yang baik dan yang buruk”, ia berkata, “Engkau benar”. Dia bertanya
lagi: “Beritahukan kepadaku tentang Ihsan”. Nabi
صلى الله عليه وسلم menjawab:” Hendaklah kamu beribadah kepada Allah seakan-akan kamu melihatNya, kalaupun
engkau tidak melihatNya, sesungguhnyaDia melihatmu”.
Hadits tersebut adalah hadits yang dikenal dengan
sebutan hadits Jibril, hadits yang memiliki kedudukan
tinggi dalam Islam, berkata Imam al-Qurthuby (w 671 H):
هذا الحديث يصلح أن يقال له أم السنة لما تضمنه من جمل علم السنة
“Hadits ini layak disebut sebagai ummu sunnah,
induknya sunah, itu dikarenakan kandunganya
yang menghimpun ilmu sunah secara global”Imam Nawawi (w 676 H) mengomntari hadits ini:
واعلم أن هذا الحديث يجمع أنواعا من العلوم والمعارف واآلداب واللطائف بل هو أصل اإلسالم6
“Dan ketahuiah, bahwa sesunggunya hadits ini
menghimpun berbagai macam jenis ilmu, ma’rifah
(pengetahun), adab dan hal-hal tersirat, bahkan
hadits ini merupakan pokok ajaran Islam”
Ibnu Daqiq (w 702 H) berkata:
هذا حديث عظيم قد اشتمل عىل جميع وظائف شيعة كلها راجعةاألعمال الظاهرةوالباطنة، وعلوم الإليه ومتشعبة منه لما تضمنه من جمعه علم السنة
فهو كاألم للسنة كما سميت الفاتحة: أم القرآن لماالقرآنيتضمنته من جمعها معان ر7
“Hadits ini hadits yang agung, mencangkup
seluruh fungsi dan kedudukan amal dhohir dan
amal batin, semua ilmu tentang syariat Islam
merujuk kepada hadits ini dan tercabang daripadanya, itu semua karena hadits ini
mengandung ilmu sunah secara keseluruhan, dia
seperti induknya sunah sama halnya seperti al-
Fatihah yang dinamai induk al-Qur’an, karena kandungannya yang berisi makna-makna al-Qur’an secara keseluruhan”Cukuplah persaksian dan penjelasan ulama-ulama besar yang mengatakan keagungan hadits Jibril ini dan bahwasannya hadits ini memuat ajaran Islam secara menyeluruh atau paling tidak hadits ini sebagai dasar dari semua ajaran Islam yang bercabang-cabang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar