109 Nasehat Syayidina Ali Bin Abithalib Ra.

Nasihat para Ulama pewaris Nabi muhamad SAW, mudah mudahan dapat melunakan hati kita untuk lebih dekat kepada Alloh dan mencari jalan untuk mendapatkan Ridhonya.


ISTIQOMAH

*Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Sukamenak, 20 Dhul'qidah 1442 H 1 juli 2021M  
Bismillah 
 Saudaraku Dunia ini hanya sementara dan bukan tempat tinggal kita yang sesungguhnya. Kita tidak hidup di dalamnya kecuali hanya sebentar saja. Setelah itu, kita akan memasuki kehidupan akhirat yang abadi, entah di Surga atau di Neraka.
 Oleh karena itu, sungguh beruntung dan bahagia mereka yang hidup di atas petunjuk dan istiqamah di atasnya.
إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ

 Sesungguhnya orang-orang yang berkata, "Rabb kami adalah Allah," kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata), "Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) Surga yang telah dijanjikan kepadamu." [QS. Fushshilat: 30]
 Istiqamah juga sangat penting karena yang menjadi patokan amalan seseorang tergantung pada akhir kehidupannya.
إنما الأعمال بالخواتم
 "Sesungguhnya amalan-amalan itu tergantung pada apa yang dilakukan di akhir (kehidupan)nya." 
 [HR. Ahmad]
 Lantas bagaimanakah kiat-kiat agar kita bisa istiqamah di atas iman, di atas Islam dan ketakwaan kepada Allah Azza wa Jalla
 Berikut beberapa kiat istiqamah yang disampaikan oleh Syaikh DR. Ziyad bin Salim Al Abady pada pembukaan Daurah pembekalan Dai dan
1. Menuntut Ilmu. 
Kita jangan pernah berhenti atau pensiun dari hadir di kajian.
2. Menjaga shalat berjamaah di masjid bagi laki-laki.
3. Memilih teman pergaulan yang baik.
4. Istri atau suami yang shalih.
5.  Memilih lingkungan yang baik, jauh dari tempat maksiat.
6. Senantiasa berdoa kepada Allah agar diberikan keteguhan hati.
 Semoga Allah anugrahkan kita semua istiqamah dan husnul khatimah, aamiin.
Ya Robbal Alamin
والله أعلم… وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم
Qiyamyllail shaur saum Khamsatun  wassalamualaikum warohmatullah wabarokatu.

Rugi kalau Hidup Selalu Khawatir, Ini 5 Cara Menyingkirkannya


Rasa takut itu bermula dari kekhawatiran. Jika khawatir dan rasa takut digabungkan bisa membuat seseorang mengalami stres yang kronis. Gara-gara itu, seseorang bisa mengambil keputusan-keputusan tidak bijaksana dalam hidupnya. Lihat, betapa mengerikannya rasa khawatir mempengaruhi hidup.

Karena itu, mulai sekarang kita harus belajar untuk mengendalikan rasa takut itu dan menjalani hidup dengan lebih lega dan bahagia. Bagaimanapun juga, rugi kalau hidup selalu khawatir, dan cara menyingkirkannya!

 1. Mengakui ketakutan dan kekhawatiran itu Jika kita takut dan khawatir, jujurlah pada diri sendiri. Jangan mencoba menolak atau mengabaikannya. Sebab dengan mengakui ketakutan dan kekhawatiran itu, kita akan memiliki kekuatan untuk mengubah dan mengendalikannyaJika perlu, utarakan kondisi kita pada orang yang bisa dipercaya. Bantuan orang lain akan menolong kita untuk melawan rasa takut.  Berpikir positif bahwa masih ada orang baik di sekitar kita


2.Suasana hati dan keyakinan diri sendiri itu kita yang membangunnya. Karena itu pilihlah untuk berpikir positif dan bangun keyakinan diri sendiri bahwa hidup kita selalu ada yang melindungi. Tempatkan diri kita pada pergaulan orang-orang baik dan membangun.
3. Jangan berprasangka, temukan kebaikan dari orang lain Kadang yang membuat kita hidup semakin takut adalah terlalu curiga dan berprasangka pada orang lain. Karena itu kita perlu belajar untuk melihat sisi baik dari orang lain.

HAKIKAT BERKELUARGA

Mencari Ridho Alloh 

Assalamu Allaikum Wr.Wb.

Lembaran kehidupan di jalani tahapan demi tahapan, di mulai kita di lahirkan oleh ibunda sampai kita menjelang dewasa tidak lepas dari kasih sayangnya yang tiada terputus, alangkah naifnya seorang anak tidak dapat membalaskan kasih sayangnya kepada seorang ibu yang telah melahirkan dan membesarkannya.

Menjelang kita Dewasa kesibukan memenuhi segala harapan, dengan beribu ribu keinginan yang pasti bergejolak di dalam diri kita masing masing, hingga kadang terlupakan landasan ibunda yang tersayang,  apalagi Ayahanda hampir hampir banyak yang di lupakan.

Perjalanan hidup masih panjang, nun jauh disana penuh dengan sega rupa angan angan yang belum tentu memenuhi harapan dan kenyataan, itulah sebuah perjalanan yang sangat panjang yang pada akhirnya kita akan menyadari bahwa semua perjalanan telah di tentukan.

Sebuah Keluarga yang SAKINAH MAWADDAH DAN WA ROHMAH, merupakan keluarga yang Harmonis, yang menjalankan ketentuan ketentuan sesuai aturan yang di berikan oleh agama, budaya dan karakter masing masing individu, sehingga terwujud dalam keluarga Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh, predikat keluarga Sunda yang paling tinggi yang patut di Gugu dan di tiru oleh seluruh kerukunan ber keluarga.

KELUARGA adalah sekumpulan dari masing masing individu yang bersatu dengan rasa ketulusan, keichlasan dan tanpa Pamrih apapun akan di landasi dengan Rasa, Merasa dan Saling mengerti antara satu dengan yang lainnya, di dalam keluarga akan terasa sekali apabila ada kesalah pahaman, karena terbentuk dari individu yang berbeda, hal ini di sebabkan karena masing masing mempunyai pola yang berbeda dalam mengolah dirinya masing masing untuk di wujudkan dalam bentuk  KELUARGA.

Kearifan Keluarga untuk tetap bersatu jangan ada yang saling menyalahkan atau saling mempertahankan apalagi mengkoreksi saudaranya, karena hal itu akan mengakibatkan perpecahan dalam keluarga.

Keluarga Kita, kalau mau kita telusuri jauh ke belakang dan jauh ke depan adalah merupakan satu rangkaian Gerbong panjang dimana kita ada di tengah tengah gerbong tersebut, Sebut saja kita Anak, tentu ada Bapak/Ibu, ada Nenek/Kake, buyut, bao, dan lain seterusnya, sebaliknya dari Kita pasti akan punya anak, Cucu, Cicit, Bao dst, belum termasuk bahwa keluarga kita mempunyai Menantu, mempunyai Besan yang semuanya mempunyai KELUARGA.

Nah dari sinilah kita membutuhkan ketajaman hati nurani untuk dapat bersatu padu menjalin SILATURAHMI, untuk dapat saling mengenal, saling sapa, salung Asah Asih dan Asuh, walaupun kita sudah jauh dari masing masing Individu.

Demikian Sekilas Info, tentang Hakikat Berkeluarga.



MEMPERBAIKI DIRI

 Assalamualaikum warohmatullahi Wabarakatuh. Al Jumaah Mubarok 18 jumadi ahkir 1443H 21 januari 20  Manusia setiap hari membuat dosa dan kes...